Rabu, 21 Desember 2011
221211
beberapa kalimat yg keluar dari bibirnya terdengar janggal.
tidak konsisten.
semua kalimat itu hanyalah alasan untuk pembelaan.
membela dirinya sendiri untuk sebuah masa depan yg ingin disangkalnya.
bagaimana aku bisa mempercayainya bila kata-katanya padaku tidak konsisten?
Ya Rabb, Engkau yg tahu mana yg terbaik untuk kami berdua.
Engkaulah yg Maha Mampu membolak-balikkan perasaan seseorang.
berikanlah yg terbaik untuk kami berdua Ya Allah...
sementara itu, mungkin aku akan bermesraan denganmu dulu..
Minggu, 11 Desember 2011
you're my radio :*
terima kasih sayang,
kamu sudah mengisi hari2 galauku dengan rasa sayang.
membuat diriku yg labil jadi pribadi yg stabil.
kamu adalah figur lelaki yg aku cari..
lelaki yg penyayang, penyabar, dewasa.. pribadi yg tenang, stabil, dan selalu terencana..
aku, perempuanmu yg meskipun umurnya sudah berkepala dua tapi masih kekanak-kanakan.
aku, yg selalu melampiaskan emosiku dengan marah2 ke kamu
aku, yg sering menyakiti hatimu dengan kata2ku, yg meski bercanda tapi slalu kamu cerna dan masukkan ke hati sedikit2..
aku nggak akan meminta maaf atas sikapku sayang
karna maaf akan percuma ketika aku melakukannya lagi padamu....
yg bisa aku lakukan hanya berusaha lebih baik lagi...
aku berusaha..
sayang, terima kasih buat semuanya
kamu mau menjadi tempat sampah segala celotehanku dan pemikiran polosku..
kamu mau menjadi orang yg bisa aku andalkan ketika moodku terjun bebas
ketika aku butuh masukan atas segala yg terjadi dihidupku
sayang, tahukah kamu?
meskipun aku enggan mengakuinya didepanmu, tapi kamulah orang yg aku cari
dengan segala kesibukanmu, kesibukanku
di antara impianmu, impianku
aku rasa kamulah orang yg bisa ku ajak bekerjasama
sayang, aku menyayangimu....
aku nggak akan menjadi orang naif yg berucap "aku menyayangimu selamaya"
tidak!
aku menyayangimu hari ini dan akan selalu ku ulang setiap hari nantinya..
kenapa?
karna kamu yg mengajariku seperti itu
kamu selalu memanggilku "cantikku sayang"
saat itu juga senyumku mengembang,
membayangkan kamu ada didepanku
menatapku tenang dengan suara menyejukkan
My heart's a stereoah, sudahlah sayang...
It beats for you, so listen close
Hear my thoughts in every note
Make me your radio
And turn me up when you feel low
This melody was meant for you
Just sing along to my stereo
aku nggak bisa menulis seperti ini..
last, but not least, you're my radio.. i can turn you up when i feel down..
love u my bii :*
story that i can't tell
apakah sakit hati harus dilampiaskan dengan mengolok-olok?
terlalu munafik
apakah diri kita selalu benar dan orang lain selalu salah?
terlalu picik
apakah kita menyakitinya hanya agar dia merasakan sakit yang kita rasakan?
menghibur diri dengan melihat orang lain sama menangisnya dengan kita
Sabtu, 30 Juli 2011
Aku Rindu
Harapan hadir
Harapan terukir
Terpatri di dalam hati
Kau semai benih cinta
Ijinkan aku cinta
Engkau samudra cinta
Biar jarak beribu-ribu
Aku rindu
Biar waktu berwindu-windu
Kamis, 28 Juli 2011
terSinetron
Lebih baik kamu menikah lagi, daripada kamu mempunyai istri
yang tidak bisa melayani kamu!
Eh, apa itu? Omongan macam apa? Kok kasar?
Emang kasar..... huhuhu :(
Itu penggalan kalimat di sinetron (yang berjudul) islami yang sedang tayang di RCTI. Well, saya bukan sok kritis dengan membahas sinteron di dalam blog saya, tapi sungguh saya prihatin... saya ngebet banget ngebahas sinetron “islami” satu itu (khususnya) tapi sepertinya di postingan selanjutnya.. hehehe
Sinetron adalah singkatan dari “sinema elektronik”, ~istilah untuk menyebut suatu film drama bersambung yang ditayangkan di televisi. Dari wikipedia, sinetron di luar sana sama dengan “soap opera” atau istilah yang lebih populer lagi: telenovela. ~ @masova
Dari jaman saya SMP, yang mana sekitar tahun 2003 (8 tahun yang lalu) ada sinetron TERSANJUNG kesekian yg sudah bikin saya munek-munek. Menurut saya, ga jelas aja gitu. 2 orang saling benci, yang dilanjutkan 2 keluarga bermusuhan. Dendam-dendaman. Dendam dibawa sampe udah jadi kakek-nenek. Trus urusan dendam mendedam diwariskan ke anak cucu mereka. Tenang, saya ga bakal ngebahas alur cerita, tokoh, dsb. Saya ga ingat, dan tentunya ga mau mengingat. Heuheue.
Untungnya, ortu saya bukan orang yang mengelu-elukan TV. Dari jaman saya lahir, di rumah Cuma ada 1 TV, letakny di ruang keluarga. Nemenin kami diskusi masalah politik, ekonomi, nemenin makan, sampe nemenin saya n adek saya dimarahin ibu bapak. Hehehehe.
Kenapa? Karna ibu bapak merasa TV itu ga baik buat pola pikir anak. Kok bisa? Bisa dooongs. Dan jawabannya baru saya dapat ketika kuliah. Banyak anak kecil di sekitar saya yang #terSinetron banget. Sumpah deh. Ini list nya.
- Rara, adek sepupu saya, mulai bersikap gak jelas sok sok nangis ga keruan ketika ada masalah sama saya. Caper. Tapi caranya itu niru cara caper tokoh-tokoh melodramatis di sinetron. Atau antagonisnya. Nangis, melotot, kacak pinggang, dll. Hobi: nonton tv antara jam 5 sore sampe jam 9 malam. Jam sinetron. Owmaigat!
- Fira, adeknya Rara. Suka joged-joged kayak 7icons. Ah,ini bukan sinetron sih. Tapi gapapa deh, masukin aja, lumayan memperpanjang list. Hehe.
- AF (inisial), pasien kawat orto lepasan saya, kelas 1 pacaran – putus – naik kelas 2 pacaran sama yg lain – putus – naik kelas 3 pacaran sama yg lain lagi – putus – naik kelas 4 pacaran sama yg lain lain lagi. Kalo malam minggu mesti pacaran ke rumah ceweknya. Klo ke klinik FKG dadanannya necis abis, kemeja plus jeans dan sepatu / sepatu sandal. Kadang pake kaos dirangkap kemeja lengan panjang dgn kemejanya dilempit lengannya sampe siku, atau pake kupluk model rasta gitu. Ini bikin geger teman2 klinik saya loh. Sumpah. *tutup mata, sedih* waktu saya tanya diajarin siapa? Itu, niru artis cakep di TV mbak. X_X
- OSI (inisial), pasien pedodonsia saya. Nakal, sering telat sekolah. Alasan ke gurunya : tadi perawatan gigi di FKG Bu!!! *sumpah saya Cuma sekali telat nganterin dia ke sekolah. Sumpah demi apapun!* hobi: nonton TV habis maghrib sampe jam 9 malem.
Ah, banyaklah. Capek di list.
Dari situ saya jadi tau pola pikir ortu saya yang mencoba menjauhkan saya n adek dari TV. Dulu, maghrib TV sudah harus mati, saya dan adek harus belajar (tentunya didampingi ibu), kalaupun nonton TV Cuma boleh nonton berita aja. Kesel? Pasti lah. Dongkol banget. Tapi mau apa? Saya masih ga bisa apa2. Ngehehehe. Beruntunglah saya dianugerahi ortu seperti ibu bapak saya.. Allah, barokahkanlah umur mereka, ampuni dosa-dosa mereka. Amin!
Hal ini berbeda ketika saya mulai merantau ke Surabaya untuk kuliah. Tahun pertama sampai pertengahan tahun kedua saya ga nonton TV, ga masalah. Kemudian tante saya ditimpa musibah, suaminya meninggal, dan saya diminta tinggal di rumahnya untuk nyelimurin anak-anaknya yg masih kecil, Rara (kelas 3 SD), Fira (TK), Rafi (playgroup). Di rumah tante, setiap kamar ada TV. Dan dikamar saya disana, saya disediain TV. Awalnya saya nonton @metro_TV, berita dan acara2 penyindiran dan pengkritikan kebijakan pemerintah. Atau sitkom2 yang ada di stasiun TV lain.
Pertengahan tahun ketiga, saat saya mengerjakan penelitian skripsi saya pindah dari rumah tante, mulai ngekos lagi. Nah, mau ga mau harus beli TV. Soalnya di rumah tante “dibiasakan” nonton TV. Sebulan, dua bulan, tiga bulan, saya mulai nggak tahan. Isi acara TV itu jadi geje abis. Yang berita ngomongin koruptor, trus masalah Antasari yang menurut saya banyak banget hal ganjil, kalo sinetronnya sudah pasti cinta fitri, anakku bukan anakku, dll. Apa sih iniiiii?????
Akhirnya saya beli DVD player. Ketimbang nonton TV yang ga jelas. Tapi kalo simpanan DVD baru habis ya mau ga mau saya nonton TV. Dan saya mulai mangkel lagi gara2 setiap jam istirahat saya, jam6 sore – 9 malam, isi TV itu sinetron semua!
Kalo saya boleh bilang, sinetron Indonesia itu monoton loh. Polanya itu2 aja. Iri, dengki, dendam, marah-marah, nangis bombay, licik, kata kasar, penculikan, pembunuhan dan segala macam tindak anarki lainnya. Udah gitu bertele-tele, jumlah episodenya aja nyampe tiga digit. Sinetron satu dengan sinetron yang lain itu selalu ada kesamaan alur cerita, tokoh, bahkan pemain. Meski pemainnya secantik Nikita Willy tapi klo satu hari muncul bolak-balik di layar TV yang ada sih keculek ya. #eh #apose
Kenapa begitu? Boleh deh Anda baca 2 blog berikut... Daripada saya tulis ulang. Hehehehe
1. Sinetron ~ @masova
2. Balada Argumentasi Sinetron yang Tertukar-tukar – Rahmad Hidayat
Seperti kata ortu saya, apa yang kita tonton setiap harinya itu akan mempengaruhi pola pikir kita. Well, itulah kenapa banyak anak2 (yang ibunya nonton sinetron dan anaknya ikutan) yang dewasa sebelum waktunya. Dan ibu2 banyak yang terSinetron. Melodramatis. Mulai pingin tes DNA kalo anaknya ga mirip sama dia. Oh, pleasee???
Selain sinetron, ada juga FTV. Sebuah sinetron yang dipendekkan. Ceritanya lucu, dan begitu familiar karena mengangkat masalah kehidupan sehari-hari. Itu yang saya tonton DULU. Sekarang beda lagi, dimana pembuat film kehabisan cerita dan akhirnya mengadaptasi film luar. Contohnya film "The Proposal" yang dibintangi Sandra Bullock ituuuh. Dengan mudahnya alur cerita di kopipaste, bahkan judul FTV yang bikin ketawa: "Proposal Nikah untuk blablablabla".
Yang paling miris, sinetron n FTV Indonesia banyak yang menjual mimpi. Pembantu rumah tangga nikah dengan majikannya, pembantu ini, pembantu itu. Akibatnya? Banyak pembantu yang kegatelan dan ga tau diri. Dandan menor, pake baju dengan menonjolkan belahan dada, pake celana di atas lutut. Duh, Gusti.....
Ah, ini kenapa langganan TV kabel diperlukan. Atau mungkin produser sinetron dihipnotis dan di sugesti (semacam “cuci otak”) supaya ga mikirin rating aja. Moral warga Indonesia yang terSinetron kayak diatas tentunya mereka ikut bertanggung jawab saya rasa.
Sudah dulu deh. Siap2 mau berangkat ke RSGM dulu. Trus nanti sore saya ada kencan dengan wanita2 saya (@ladyhatori , @andinapermata) mau nonton premiere-nya Harry Potter and The Deathly Hallows part 2. #pamer #biarin
See ya! ;)
Sabtu, 16 Juli 2011
Kehidupan Baru ^^
Pertama saya sibuk ngurusin skripsi n syarat kelulusan.. Wisuda, pembekalan koas sebagai dokter gigi muda, masa2 koas saya, dll.
Kedua, saya memang ga mood nulis2 dulu. Hehehehe
Lalu, apa saya skrg sudah in mood untuk menulis lagi? Nyatanya belum, ini hanya kebutuhan.
Kebutuhan untuk mengonfirmasi sebagian hal2 yg terjadi belakangan ini. terutama soal percintaan. *tetep
Yeah, saya sudah menggandeng seorang pria. Entah kenapa saya jatuh hati padanya. Seseorang yg sebenarnya bukan orang baru dalam kehidupan saya. Seseorang yg berkomitmen dgn saya tanpa terlalu mengikat saya, seseorang yg saya nyaman bersamanya. Sangat nyaman......
Kenapa saya menulis ini? Karna saya jengah soal gosip2 dibelakang saya, pertanyaan2 dr org tentang mengapa dan bagaimana....
Saya putus.
Tolong,setelah baca ini kalian yg masih bertanya2 tolong tutup mulut kalian. Be nice, ok?!
Tanpa bermaksud membandingkan, tapi segalanya lebih baik saat bersamanya. Lebih teratur, lebih sabar dan lebih tenang.
Saya ga akan muluk2 kayak dulu lagi, ngomong masalah nikah. Whatever lah. Kalo jodoh ga akan kemana, tapi ke pelaminan. Right?
Jumat, 02 April 2010
skenario 1 dan 2 kuliah BEDAH MULUT 2
KASUS
Tujuan Instruksional umum (TIU)
Setelah mengikuti kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu memahami penatalaksanaan kasus-kasus infeksi odontogen.
Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti sub pokok bahasan ke1 maka mahasiswa akan mmpu menganalisis tentang keradangan infeksi odontogen, khususnya dalam hal : Patofisiologi keradangan dan perbaikan jaringan (inflammation and repair), infeksi, infeksi odontogen, port de entry infeksi odontogen.
Skenario
1. Penderita anak umur 12 tahun datang dengan keluhan adanya pembengkakan pada daerah rahang kanan. Pembengkakan ini terjadi setelah anak tersebut jatuh dari sepeda 1 hari yang lalu.
Pemeriksaan
Ekstraoral :
Terdapat asimetri wajah, adanya pembengkakan daerah rahang kanan, warna agak biru kemerahan, batas tidak jelas, pada palpasi teraba lunak dan terasa nyeri, tidak didapatkan luka pada wajah.
Intraoral :
Tidak didapatkan luka pada jaringan lunak rongga mulut dan gigi-gigi dalam keadaan baik.
2. Penderita wanita 20 tahun datang dengan keluhan adanya rasa sakit pada gigi geraham rahang bawah kanan belakang, rasa sakit cekot-cekot mulai timbul 5 hari yang lalu penderita pergi ke puskesmas. Saat pergi ke puskesmas penderita merasakan adanya pembengkakan pada pipinya. Di puskesmas penderita diperiksa dan setelahnya mendapat 2 macam obat, yaitu satu macam berjumlah 10 berupa kaplet diminum 4 x sehari, dan satu macam lagi berjumlah 10, diminum 3 x sehari berupa tablet analgesik. Tetapi walau telah taat minum obat dari puskesmas penderita merasa tidak ada perubahan, penderita malah merasa sakit dan bengkaknya bertambah. Penderita juga merasakan sulit membuka mulut (maksimal 2 jari) dan sakit kalau buka mulut lebar. Kemudian penderita memutuskan untuk ke poli gigi bedah mulut dan maksilofasial fakultas kedokteran gigi Universitas Airlangga. Penderita juga merasakan demam sejak 2 hari yang lalu.
Hasil pemeriksaan :
Ekstraoral :
Pembengkakan regio pipi dan ditengah rahang kanan bawah, berbatas tidak jelas, warna merah, pada palpasi pembengkakan teraba padat (firm) dan hangat, tidak ada fluktuasi dan terasa nyeri, pembukaan mulut terbatas 2 jari dan sakit.
Intraoral :
· Terlihat mukosa perikorona regio 48 odematus, merah, pada palpasi terasa nyeri, tidak ada fluktuasi.
· Gigi 48 erupsi sebagian mesioangular
· Gigi 46 sisa akar, pada tekanan (druk) terasa nyeri.
Pemeriksaan penunjang : -
X ray panoramik :
· 48 impaksi mesioangular, gambaran radiolusen pada sebelah mesial daerah mahkota.
· Terlihat gambaran radiolusensi tidak berbatas jelas pada periapikal gigi 46 sisa akar.
LEARNING ISSUE
Skenario 1
Keluhan utama
- Bengkak pada rahang kanan
Keywords
- Anak berusia 12 tahun
- Anak terjatuh dari sepeda 1 hari yang lalu
- Asimetri wajah
- Warna biru kemerahan
- Konsistensi lunak
- Sama sekali tidak ada luka
- Nyeri bila dipalpasi
Learning issue
- Keradangan akut akibat trauma mekanik
Skenario 2
Keluhan utama
- Rasa sakit cekot-cekot pada gigi geraham rahang bawah kanan
Keywords
- Wanita berusia 20 tahun
- Sakit cekot-cekot muncul 5 hari yang lalu
- Pembengkakan di pipi dan asimetri wajah
- Pernah minum obat analgesik dan antibiotik
- Sakit dan bengkak bertambah setelah minum obat
- Trismus
- Demam sejak 2 hari yang lalu
- Bengkak kemerahan dengan baas tidak jelas
- Palpasi terasa padat, hangat, tidak ada fluktuasi, dan terasa nyeri
Learning issue
- Keradangan akibat adanya respon imun terhadap infeksi
PEMBAHASAN
Kasus 1
Pasien anak mengalami bengkak setelah jatuh dari sepeda satu hari yang lalu, bengkak tersebut berwarna agak biru kemerahan dengan batas tidak jelas serta tidak didapatkan luka pada wajah. Intra oral juga tidak didapatkan luka serta gigi dalam keadaan baik.
Adanya jejas berupa trauma fisik yang dialami oleh pasien ini memicu adanya respon pertahanan dari tubuh. Ketika terjadi trauma maka akan menyebabkan adanya kerusakan pada jaringan tubuh, yaitu jaringan lunak dan jaringan keras. Jika terdapat kerusakan jaringan, maka tubuh akan mengadakan respon inflamasi yang merupakan respon vaskular, neurologik, humoral, dan selular. Tanda kardinal inflamasi adalah kalor (panas), dolor (nyeri), rubor (kemerahan), tumor (bengkak), dan fungsiolaesa (kehilangan fungsi jaringan). Tanda kardinal ini muncul saat inflamasi akut yang berlangsung dalam rentang waktu beberapa waktu setelah terjadinya jejas pada tubuh.
Respon inflamasi yang pertama kali dan paling banyak berperan adalah respon vaskuler, dimana akan dilepaskan mediator-mediator inflamasi berupa prostaglandin, serotonin, histamine dan bradikinin. Setelah itu, pembuluh darah akan beradaptasi dengan terjadinya vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas. Dengan adanya vasodilatasi, maka akan terjadi hipereremia di jaringan sekitar yang akan memberikan warna kemerahan serta suhu yang agak meninggi. Karena adanya peningkatan permeabilitas maka berbagai bentuk fagosit yang sebelumnya terdapat pada pembuluh darah, yaitu leukosit PMN, neutrofil, histiosit/makrofag akan keluar ke jaringan sebagai respon imun humoral. Fagosit-fagosit tersebut akan bekerja pada jaringan untuk melisis jaringan yang telah mati ataupun antigen jika ada. Hal ini akan menyebabkan jaringan tersebut edema dan membesar atau bengkak. Bengkak ini akan menekan saraf pada jaringan sehingga tercipta sensasi nyeri.
Dalam kasus ini tidak terjadi respon imun yang spesifik karena etiologi inflamasinya adalah trauma mekanis. Inflamasi yang terjadi juga masih dalam fase akut karena trauma terjadi sehari sebelumnya sehingga masih didapatkan tanda kardinal radang.
Kasus 2
Pasien wanita umur 20 tahun mengalami bengkak pada wajah bagian rahang kanan bawah. Pada pemeriksaan intra oral diketahui gigi 46 sisa akar dan gigi 48 erupsi sebagian dan mukosa mengalami perikoronitis. Pasien tersebut telah datang ke puskesmas dan mendapat pramedikasi akan tetapi bengkak yang terjadi lebih parah serta sakit tidak hilang.
Dalam kasus ini terdapat 2 port de entry (jalan masuk bakteri ke dalam tubuh) yaitu region 46, gigi sisa akar dan region 48 yang mengalami perikoronitis akut. 2 port de entry ini akan menyebabkan infeksi pada jaringan sekitarnya, dalam hal ini rahang kanan bawah. Bakteri akan berpenetrasi pada jaringan lalu melakukan invasi dan berkembang biak pada jaringan tersebut. Tentunya bakteri juga melakukan metabolisme untuk mengeluarkan toksin yang berguna untuk meracuni dan merusak hingga mematikan jaringan yang terinfeksi. Untuk melakukan aktivitasnya, bakteri memerlukan nutrisi. Nutrisi ini diambil dari pembuluh darah jaringan. Lama kelamaan bakteri akan memenuhi pembuluh darah dan menyumbatnya. Jika pembuluh darah disumbat, maka jaringan utamanya sel sel syaraf tidak akan mendapatkan nutrisi. Juga karena semakin banyaknya jumlah bakteri dan toksin yang dihasilkannya, maka tekanan dalam gigi akan meningkat sehingga saraf akan terdesak atau terjepit sehingga terdapat rasa nyeri. Karena tidak adanya vaskularisasi dan inervasi pada jaringan, maka jaringan tidak mendapatkan nutrisi dan lama kelamaan akan mengalami nekrosis.
Sebenarnya, tubuh tidak tinggal diam. Tubuh juga melakukan respon inflamasi seperti pada kasus 1, akan tetapi yang berbeda adalah adanya respon imun spesifik pada kasus ini.
Yang pertama adalah gigi 46 sisa akar. Gigi ini pada awalnya mengalami karies. Jika karies tidak segera dirawat, lama kelamaan akan bertambah parah sehingga menapai ruang pulpa. Pada ruang pulpa, seperti yang kita tahu, terdapat pembuluh darah dan saraf. Jika bakteri karies mengenainya maka akan terjadi respon inflamasi pada pulpa. Seperti dijelaskan di atas, setelah bakteri menginvasi dia akan mengeluarkan toksin serta menyumbat pembuluh darah dan mendesak saraf sehingga gigi tersebut mengalami nekrosis. Bakteri yang resisten, akan mengarah ke apikal gigi sambil terus memproduksi toksin dan menyumbat pembuluh darah, hal ini mengakibatkan terjadinya periodontitis apikalis pada gigi tersebut yang menghasilkan produk radang berupa eksudat. Eksudat ini sendiri akan memperparah rasa nyeri karena dia ikut mendesak saraf. Ternyata infeksi bakteri telah meluas sampai ke tulang alveolar di sekitar apikal gigi 46, yang artinya vaskularisasi pada tulang alveolar tersebut terganggu sehingga terjadi kerusakan yang berakibat turunnya densitas tulang. Penurunan densitas tulang ini dalam foto panoramik yang dilakukan pasien bermanifestasi berupa gambaran radiolusen di sekitar apikal gigi 46. Gambaran radiolusen ini dapat berisikan jaringan granulasi, abses ataupun hanya rongga kosong.
Yang kedua adalah perikoronitis akut pada mukosa gigi 48. Perikoronitis ini awalnya disebabkan oleh adanya gigi 48 yang erupsi sebagian mesioangular. Bagian distal gigi telah erupsi sempurna, akan tetapi bagian mesial masih tertanam di dalam mukosa gingiva. Bagian mesial tersebut masih diliputi oleh dental sac yang memberikan gambaran radiolusen di bagian interdental gigi 48 dengan 47 pada foto radiografik. Tetapi hal ini merupakan proses fisiologis. Dental sac itu tentunya terbuka karena bagian distal telah erupsi, pembukaan ini dimanfaatkan oleh bakteri yang terdapat pada debris (sebagaimana diketahui gigi impaksi dapat meretensi sisa makanan dan terkadang sulit untuk dibersihkan sehingga terdapat akumulasi debris dan plak atau kalkulus pada gigi tersebut) yaitu Prevotella intermedia untuk masuk ke jaringan yang lebih dalam. Hal ini akan menimbulkan pericoronal damaged. Tubuh tetap akan merespon keadaan ini dengan respon inflamasi, salah satunya edema yang ditunjukkan oleh adanya bengkak. Edema ini kemungkinan berada di M. Pterygoideus medialis sehingga menyebabkan pasien susah membuka mulut atau disebut trismus.
Oleh puskesmas kejadian ini dipremedikasi dengan antibiotik dan analgesik untuk mengobatinya. Akan tetapi pasien tidak merasakan adanya perubahan, pasien malah merasa sakit dan bengkaknya bertambah. Sakit dan bengkak yang bertambah ini dikarenakan tidak dilakukan drainase untuk mengeluarkan eksudat dari proses radang di gigi 48 ini, meskipun telah diketahui bahwa pasien merasa terjadi pembengkakan pada pipinya. Di dalam jaringan sendiri, eksudat ini dikelilingi oleh dinding yang berfungsi untuk mencegah meluasnya infeksi di sekitar gigi tersebut. Jika eksudat tidak didrainase serta dilakukan premedikasi berupa antibiotik (dalam hal ini analgesik hanya pereda nyeri saja, tanpa berefek pada respon inflamasi sendiri), maka antibiotik tidak dapat menembus dinding eksudat tersebut. Hal ini akan memicu terjadinya ascending infection (penjalaran infeksi lebih lanjut) yang mengakibatkan bertambah besarnya bengkak. Bengkak yang bertambah besar akan menimbulkan nyeri yang lebih hebat karena semakin banyak saraf yang terdesak, ini mengakibatkan analgesik yang diberikan tidak efektif lagi karena dosis analgesik untuk bengkak yang bertambah besar ini kurang.
Bengkak yang bertambah besar ini juga dapat disebabkan oleh pemberian antibiotik yang tidak tepat sehingga tidak berefek apapun pada perikoronitis. Pemberian antibiotik yang tidak tepat sebenarnya dapat dicegah dengan pemeriksaan kultur untuk mengetahui jenis bakteri yang menginfeksi jaringan. Akan tetapi hal ini tidak mungkin selalu dilakukan, sehingga tenaga medis biasanya menggunakan pengalaman empirisnya untuk menentukan antibiotik yang tepat. Umumnya bakteri yang menyebabkan infeksi dalam rongga mulut adalah bakteri coccus aerob gram positif, coccus anaerob gram positif dan batang anaerob gram negatif. Pemberian antibiotik antara 3-5 hari, jika masih terdapat keluhan atau keluhan semakin bertambah maka perlu dilakukan penggantian antibiotik. Tenaga medis di puskesmas kemungkinan besar memberikan antibiotik bakteri aerob untuk mengobati perikoronitis pasien ini. Antibiotik ini tidak tepat karena sebenarnya infeksi telah menjalar ke dalam jaringan, dibuktikan oleh pembengkakan pada awal datang ke puskesmas. Bengkak ini menandakan bakteri telah masuk hingga ke jaringan yang dalam, bakteri yang dapat masuk ke dalam jaringan yang lebih dalam hanyalah bakteri anaerob. Kesalahan pemberian ini seharusnya sudah dapat dideteksi saat hari ketiga sehingga tidak menambah besar bengkak tersebut, serta dilakukan drainase untuk mengeluarkan eksudat radang.
KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dua kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada kasus pertama pasien mengalami peradangan akut dengan etiologi trauma mekanis yakni terjatuh dari sepeda satu hari yang lalu. Sedangkan, pada kasus kedua pasien mengalami peradangan akut dan kronis. Keradangan akut disebabkan gigi 48 yang impaksi mesioangular. Pada keradangan kronis disebabkan adanya sisa akar gigi 46.