Rabu, 21 Desember 2011
221211
beberapa kalimat yg keluar dari bibirnya terdengar janggal.
tidak konsisten.
semua kalimat itu hanyalah alasan untuk pembelaan.
membela dirinya sendiri untuk sebuah masa depan yg ingin disangkalnya.
bagaimana aku bisa mempercayainya bila kata-katanya padaku tidak konsisten?
Ya Rabb, Engkau yg tahu mana yg terbaik untuk kami berdua.
Engkaulah yg Maha Mampu membolak-balikkan perasaan seseorang.
berikanlah yg terbaik untuk kami berdua Ya Allah...
sementara itu, mungkin aku akan bermesraan denganmu dulu..
Minggu, 11 Desember 2011
you're my radio :*
terima kasih sayang,
kamu sudah mengisi hari2 galauku dengan rasa sayang.
membuat diriku yg labil jadi pribadi yg stabil.
kamu adalah figur lelaki yg aku cari..
lelaki yg penyayang, penyabar, dewasa.. pribadi yg tenang, stabil, dan selalu terencana..
aku, perempuanmu yg meskipun umurnya sudah berkepala dua tapi masih kekanak-kanakan.
aku, yg selalu melampiaskan emosiku dengan marah2 ke kamu
aku, yg sering menyakiti hatimu dengan kata2ku, yg meski bercanda tapi slalu kamu cerna dan masukkan ke hati sedikit2..
aku nggak akan meminta maaf atas sikapku sayang
karna maaf akan percuma ketika aku melakukannya lagi padamu....
yg bisa aku lakukan hanya berusaha lebih baik lagi...
aku berusaha..
sayang, terima kasih buat semuanya
kamu mau menjadi tempat sampah segala celotehanku dan pemikiran polosku..
kamu mau menjadi orang yg bisa aku andalkan ketika moodku terjun bebas
ketika aku butuh masukan atas segala yg terjadi dihidupku
sayang, tahukah kamu?
meskipun aku enggan mengakuinya didepanmu, tapi kamulah orang yg aku cari
dengan segala kesibukanmu, kesibukanku
di antara impianmu, impianku
aku rasa kamulah orang yg bisa ku ajak bekerjasama
sayang, aku menyayangimu....
aku nggak akan menjadi orang naif yg berucap "aku menyayangimu selamaya"
tidak!
aku menyayangimu hari ini dan akan selalu ku ulang setiap hari nantinya..
kenapa?
karna kamu yg mengajariku seperti itu
kamu selalu memanggilku "cantikku sayang"
saat itu juga senyumku mengembang,
membayangkan kamu ada didepanku
menatapku tenang dengan suara menyejukkan
My heart's a stereoah, sudahlah sayang...
It beats for you, so listen close
Hear my thoughts in every note
Make me your radio
And turn me up when you feel low
This melody was meant for you
Just sing along to my stereo
aku nggak bisa menulis seperti ini..
last, but not least, you're my radio.. i can turn you up when i feel down..
love u my bii :*
story that i can't tell
apakah sakit hati harus dilampiaskan dengan mengolok-olok?
terlalu munafik
apakah diri kita selalu benar dan orang lain selalu salah?
terlalu picik
apakah kita menyakitinya hanya agar dia merasakan sakit yang kita rasakan?
menghibur diri dengan melihat orang lain sama menangisnya dengan kita
Kamis, 28 Juli 2011
terSinetron
Lebih baik kamu menikah lagi, daripada kamu mempunyai istri
yang tidak bisa melayani kamu!
Eh, apa itu? Omongan macam apa? Kok kasar?
Emang kasar..... huhuhu :(
Itu penggalan kalimat di sinetron (yang berjudul) islami yang sedang tayang di RCTI. Well, saya bukan sok kritis dengan membahas sinteron di dalam blog saya, tapi sungguh saya prihatin... saya ngebet banget ngebahas sinetron “islami” satu itu (khususnya) tapi sepertinya di postingan selanjutnya.. hehehe
Sinetron adalah singkatan dari “sinema elektronik”, ~istilah untuk menyebut suatu film drama bersambung yang ditayangkan di televisi. Dari wikipedia, sinetron di luar sana sama dengan “soap opera” atau istilah yang lebih populer lagi: telenovela. ~ @masova
Dari jaman saya SMP, yang mana sekitar tahun 2003 (8 tahun yang lalu) ada sinetron TERSANJUNG kesekian yg sudah bikin saya munek-munek. Menurut saya, ga jelas aja gitu. 2 orang saling benci, yang dilanjutkan 2 keluarga bermusuhan. Dendam-dendaman. Dendam dibawa sampe udah jadi kakek-nenek. Trus urusan dendam mendedam diwariskan ke anak cucu mereka. Tenang, saya ga bakal ngebahas alur cerita, tokoh, dsb. Saya ga ingat, dan tentunya ga mau mengingat. Heuheue.
Untungnya, ortu saya bukan orang yang mengelu-elukan TV. Dari jaman saya lahir, di rumah Cuma ada 1 TV, letakny di ruang keluarga. Nemenin kami diskusi masalah politik, ekonomi, nemenin makan, sampe nemenin saya n adek saya dimarahin ibu bapak. Hehehehe.
Kenapa? Karna ibu bapak merasa TV itu ga baik buat pola pikir anak. Kok bisa? Bisa dooongs. Dan jawabannya baru saya dapat ketika kuliah. Banyak anak kecil di sekitar saya yang #terSinetron banget. Sumpah deh. Ini list nya.
- Rara, adek sepupu saya, mulai bersikap gak jelas sok sok nangis ga keruan ketika ada masalah sama saya. Caper. Tapi caranya itu niru cara caper tokoh-tokoh melodramatis di sinetron. Atau antagonisnya. Nangis, melotot, kacak pinggang, dll. Hobi: nonton tv antara jam 5 sore sampe jam 9 malam. Jam sinetron. Owmaigat!
- Fira, adeknya Rara. Suka joged-joged kayak 7icons. Ah,ini bukan sinetron sih. Tapi gapapa deh, masukin aja, lumayan memperpanjang list. Hehe.
- AF (inisial), pasien kawat orto lepasan saya, kelas 1 pacaran – putus – naik kelas 2 pacaran sama yg lain – putus – naik kelas 3 pacaran sama yg lain lagi – putus – naik kelas 4 pacaran sama yg lain lain lagi. Kalo malam minggu mesti pacaran ke rumah ceweknya. Klo ke klinik FKG dadanannya necis abis, kemeja plus jeans dan sepatu / sepatu sandal. Kadang pake kaos dirangkap kemeja lengan panjang dgn kemejanya dilempit lengannya sampe siku, atau pake kupluk model rasta gitu. Ini bikin geger teman2 klinik saya loh. Sumpah. *tutup mata, sedih* waktu saya tanya diajarin siapa? Itu, niru artis cakep di TV mbak. X_X
- OSI (inisial), pasien pedodonsia saya. Nakal, sering telat sekolah. Alasan ke gurunya : tadi perawatan gigi di FKG Bu!!! *sumpah saya Cuma sekali telat nganterin dia ke sekolah. Sumpah demi apapun!* hobi: nonton TV habis maghrib sampe jam 9 malem.
Ah, banyaklah. Capek di list.
Dari situ saya jadi tau pola pikir ortu saya yang mencoba menjauhkan saya n adek dari TV. Dulu, maghrib TV sudah harus mati, saya dan adek harus belajar (tentunya didampingi ibu), kalaupun nonton TV Cuma boleh nonton berita aja. Kesel? Pasti lah. Dongkol banget. Tapi mau apa? Saya masih ga bisa apa2. Ngehehehe. Beruntunglah saya dianugerahi ortu seperti ibu bapak saya.. Allah, barokahkanlah umur mereka, ampuni dosa-dosa mereka. Amin!
Hal ini berbeda ketika saya mulai merantau ke Surabaya untuk kuliah. Tahun pertama sampai pertengahan tahun kedua saya ga nonton TV, ga masalah. Kemudian tante saya ditimpa musibah, suaminya meninggal, dan saya diminta tinggal di rumahnya untuk nyelimurin anak-anaknya yg masih kecil, Rara (kelas 3 SD), Fira (TK), Rafi (playgroup). Di rumah tante, setiap kamar ada TV. Dan dikamar saya disana, saya disediain TV. Awalnya saya nonton @metro_TV, berita dan acara2 penyindiran dan pengkritikan kebijakan pemerintah. Atau sitkom2 yang ada di stasiun TV lain.
Pertengahan tahun ketiga, saat saya mengerjakan penelitian skripsi saya pindah dari rumah tante, mulai ngekos lagi. Nah, mau ga mau harus beli TV. Soalnya di rumah tante “dibiasakan” nonton TV. Sebulan, dua bulan, tiga bulan, saya mulai nggak tahan. Isi acara TV itu jadi geje abis. Yang berita ngomongin koruptor, trus masalah Antasari yang menurut saya banyak banget hal ganjil, kalo sinetronnya sudah pasti cinta fitri, anakku bukan anakku, dll. Apa sih iniiiii?????
Akhirnya saya beli DVD player. Ketimbang nonton TV yang ga jelas. Tapi kalo simpanan DVD baru habis ya mau ga mau saya nonton TV. Dan saya mulai mangkel lagi gara2 setiap jam istirahat saya, jam6 sore – 9 malam, isi TV itu sinetron semua!
Kalo saya boleh bilang, sinetron Indonesia itu monoton loh. Polanya itu2 aja. Iri, dengki, dendam, marah-marah, nangis bombay, licik, kata kasar, penculikan, pembunuhan dan segala macam tindak anarki lainnya. Udah gitu bertele-tele, jumlah episodenya aja nyampe tiga digit. Sinetron satu dengan sinetron yang lain itu selalu ada kesamaan alur cerita, tokoh, bahkan pemain. Meski pemainnya secantik Nikita Willy tapi klo satu hari muncul bolak-balik di layar TV yang ada sih keculek ya. #eh #apose
Kenapa begitu? Boleh deh Anda baca 2 blog berikut... Daripada saya tulis ulang. Hehehehe
1. Sinetron ~ @masova
2. Balada Argumentasi Sinetron yang Tertukar-tukar – Rahmad Hidayat
Seperti kata ortu saya, apa yang kita tonton setiap harinya itu akan mempengaruhi pola pikir kita. Well, itulah kenapa banyak anak2 (yang ibunya nonton sinetron dan anaknya ikutan) yang dewasa sebelum waktunya. Dan ibu2 banyak yang terSinetron. Melodramatis. Mulai pingin tes DNA kalo anaknya ga mirip sama dia. Oh, pleasee???
Selain sinetron, ada juga FTV. Sebuah sinetron yang dipendekkan. Ceritanya lucu, dan begitu familiar karena mengangkat masalah kehidupan sehari-hari. Itu yang saya tonton DULU. Sekarang beda lagi, dimana pembuat film kehabisan cerita dan akhirnya mengadaptasi film luar. Contohnya film "The Proposal" yang dibintangi Sandra Bullock ituuuh. Dengan mudahnya alur cerita di kopipaste, bahkan judul FTV yang bikin ketawa: "Proposal Nikah untuk blablablabla".
Yang paling miris, sinetron n FTV Indonesia banyak yang menjual mimpi. Pembantu rumah tangga nikah dengan majikannya, pembantu ini, pembantu itu. Akibatnya? Banyak pembantu yang kegatelan dan ga tau diri. Dandan menor, pake baju dengan menonjolkan belahan dada, pake celana di atas lutut. Duh, Gusti.....
Ah, ini kenapa langganan TV kabel diperlukan. Atau mungkin produser sinetron dihipnotis dan di sugesti (semacam “cuci otak”) supaya ga mikirin rating aja. Moral warga Indonesia yang terSinetron kayak diatas tentunya mereka ikut bertanggung jawab saya rasa.
Sudah dulu deh. Siap2 mau berangkat ke RSGM dulu. Trus nanti sore saya ada kencan dengan wanita2 saya (@ladyhatori , @andinapermata) mau nonton premiere-nya Harry Potter and The Deathly Hallows part 2. #pamer #biarin
See ya! ;)
Sabtu, 16 Juli 2011
Kehidupan Baru ^^
Pertama saya sibuk ngurusin skripsi n syarat kelulusan.. Wisuda, pembekalan koas sebagai dokter gigi muda, masa2 koas saya, dll.
Kedua, saya memang ga mood nulis2 dulu. Hehehehe
Lalu, apa saya skrg sudah in mood untuk menulis lagi? Nyatanya belum, ini hanya kebutuhan.
Kebutuhan untuk mengonfirmasi sebagian hal2 yg terjadi belakangan ini. terutama soal percintaan. *tetep
Yeah, saya sudah menggandeng seorang pria. Entah kenapa saya jatuh hati padanya. Seseorang yg sebenarnya bukan orang baru dalam kehidupan saya. Seseorang yg berkomitmen dgn saya tanpa terlalu mengikat saya, seseorang yg saya nyaman bersamanya. Sangat nyaman......
Kenapa saya menulis ini? Karna saya jengah soal gosip2 dibelakang saya, pertanyaan2 dr org tentang mengapa dan bagaimana....
Saya putus.
Tolong,setelah baca ini kalian yg masih bertanya2 tolong tutup mulut kalian. Be nice, ok?!
Tanpa bermaksud membandingkan, tapi segalanya lebih baik saat bersamanya. Lebih teratur, lebih sabar dan lebih tenang.
Saya ga akan muluk2 kayak dulu lagi, ngomong masalah nikah. Whatever lah. Kalo jodoh ga akan kemana, tapi ke pelaminan. Right?
Kamis, 18 Maret 2010
Untitled. 18 Maret 2010. 11:13 PM.
"... Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya."
Menahun, ku tunggu kata-kata
Yang merangkum semua
Dan kini ku harap ku dimengerti
Walau sekali saja pelukku
Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu Rasa sakitku
Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya Namun ini jawabnya
Lepaskanku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaulah satu yang kusayang
Dan tak layak kau didera
Sadari diriku pun kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah arti bersama, berdua
Namun semu semata
Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau kulepas selamanya
Tak juga ku paksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya
Cinta yang tak lagi sama
Kamis, 04 Maret 2010
HAMPA
Rabu, 03 Maret 2010
masalah = menyiksa = ujian hidup = patut disyukuri
No matter if you're fast, no matter if you're slow, oh oh
The eye of the storm or the cry in the mourn, oh oh
You're fine for a while but you start to lose control
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Trouble is a friend but trouble is a foe, oh oh
And no matter what I feed him he always seems to grow, oh oh
He sees what I see and he knows what I know, oh oh
So don't forget as you ease on down the road
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win, but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Oh how I hate the way he makes me feel
And how I try to make him leave, I try
Oh oh, I try!
He's there in the dark, he's there in my heart
He waits in the wings, he's gotta play a part
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh
So don't be alarmed if he takes you by the arm
I won't let him win, but I'm a sucker for his charm
Trouble is a friend, yeah trouble is a friend of mine, oh oh!
Ooo, oh ooo, ooo ahh
Minggu, 28 Februari 2010
Sampai Jumpa Di Batas Lempeng Kawan-kawanku...
Timbangan yang tidak adil selalu berlaku untuk Si Jumpa dan Si Pisah. Si Jumpa selalu lebih dihargai daripada Si Pisah, kecenderungan yang ada adalah setelah bertemu Si Jumpa maka akan lupa Si Pisah padahal Si Jumpa selalu jatuh cinta dengan Si Pisah tetapi Si Pisah belum tentu jatuh cinta dengan Si Jumpa. Seakan setiap perjumpaan selalu untuk selamanya maka ketika berjumpa dengan perpisahan sebagian besar tidak siap menerima dan selalu berakhir dengan kesedihan. Kenapa tidak sedihlah dahulu saat berjumpa baru bahagia setelah berpisah? Kenapa selalu tidak adil bagi Si Pisah, kesedihan selalu melingkupinya, hidupnya penuh dengan airmata, hanya sedikit orang yang menghargainya dengan kebahagiaan. Bagi yang menghargai akan perpisahan justru akan dicibir di dunia ini, dikatakanlah dia tidak berhati, padahal sepenuhnya dia sadar akan logikanya bahwa “bertemu itu sudah pasti untuk berpisah sedang berpisah untuk apa?”.
Seorang pemuda sangatlah bahagia ketika bertemu dengan kekasihnya, disyukurinya perjumpaan ini pada Sang Pencipta. Di dalam doanya selalu dipanjatkan untuk selalu didekatkan pada kekasihnya karena setiap perjumpaan selalu membuatnya melayang bahagia. Tak disadarinya bahwa Si Pisah selalu ikut dalam tiap doanya. Perjumpaan berjalan dengan mulus semulus Si Pisah yang selalu mengikuti dari belakang. Mereka terlena hingga pernikahan tiba, kebahagiaan akan perjumpaan selalu disyukuri setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik dan setiap waktu yang terus berjalan… Mereka tidak sadar bahwa akal bulus Si Jumpa telah mencuci otak mereka sehingga mereka akan terlena kebahagiaan perjumpaan dan melupakan akan keberadaan Si Pisah. Si Pisah yang pendiam tetapi pasti hanya tertawa-tawa kecil di sudut sana makin lama makin kuat dan membesar sampai suatu saat… Si Pisah yang telah bertambah kuat memutuskan untuk tiba-tiba muncul di antara kedua pasangan bahagia itu. Karena selama ini telah dihina dan dilupakan maka Si Pisah kali ini tidak main-main dibunuhnya Si Jumpa selama-lamanya di dunia fana ini untuk kedua pasangan itu. Sang Lelaki tiba-tiba menemukan istrinya meninggal secara mendadak karena serangan jantung. Lelaki tersebut bersedih dengan sangat hingga menumpahkan hujan airmata di hati dan raganya. Saat itu, dia baru sadar akan liciknya akal bulus Si Jumpa dan menyesali kenapa dahulu harus dipertemukan, kenapa rasanya sangatlah sakit ketika ditinggalkan, kenapa dia tidak kuat menerima perpisahan ini, kenapa dia tidak sadar akan adanya perpisahan, kenapa, kenapa dan kenapa? Dia memutuskan untuk menemui kekasihnya di dunia yang lain, padahal di dunia tersebut lebih banyak misteri lagi tentang perjumpaan dan perpisahan dan hukum dunia fana tidak berlaku lagi.
Dan masih banyak contoh yang lain yang mengalami hal ini. Perpisahan kekasih, sahabat, kolega kantor, keluarga, apapun itu hukumnya pasti “bertemu itu sudah pasti untuk berpisah sedang berpisah untuk apa?”.
Kenapa tulisan ini berjudul Sampai Jumpa di Batas Lempeng? Karena batas lempeng tidaklah pasti, batas tersebut selalu bergerak mengikuti tarian bumi ini yang meregang dan mengerut. Saat kau mengatakan akan bertemu di batas lempeng kala ini, maka kala berikutnya batas tersebut akan selalu bergeser. Hukum yang tidak pasti mendukung kalimat “berpisah untuk apa?”.
Dan kenapa selalu banyak pertanyaan dalam setiap tulisanku karena hidup selalu untuk bertanya, apakah kamu tidak bertanya dalam do’amu? Apakah kamu tidak bertanya dalam hatimu? Bahkan sampai pada akhirnya nantipun akan ada pertanyaan yang harus kamu jawab dengan benar karena kamu tidak akan bisa salah mengatakannya. Dan sampai akhirnya Sampai Jumpa di Batas Lempeng kawan…
ps: di atas, berulang kali saya tulis...“bertemu itu sudah pasti untuk berpisah sedang berpisah untuk apa?”... kira2 ada yg bisa menjawabnya? Menurut saya sih ”perpisahan itu harus ada agar manusia lebih menghargai setiap perjumpaan dalam hidupnya.” masuk gag ya? hehehee
diambil dgn berbagai editan dari salah satu artikel di internet...well,klo g percaya,cari ndiri aja mpe ketemu (klo mau nyari hehehehe)